Ilustrasi (sumber: pixabay.com)

banner 728x90

pakrw.com - Berangkat dari hitung-hitung, karena diera sirkulasi non-real perputaran potensi ekonomi dengan besaran yang signifikan memindah-mindah, menggabungkan sekaligus memecah menjadi partikel-partikel asset atau komoditas, memperpanjang dan memperumit rentetan sirkulasi arus uang, memperpanjang jenjang lika-liku modal dengan setting yang amat sangat kompleks.

Mereka, ya ! mereka yang terlalu berwenang itu membahasakan sekenario ini dengan bahasa grafik, angka yang bahkan Basis point. Angka dibelakang koma (titik dalam bahasa umum ekonometrik ) yang bahkan kurang dari penuh 1 (Satu).

Namun sungguh kesetaraannya didunia real ekonomi setara dengan (minimal) beribu-ribu nasi bungkus. Basis Point sebenarnya adalah 'titik' tipuan yang tidak berperasaan.

Dunia Basis Point pula yang turut memindah harga elpiji dengan harga spirtus, menukar sekapal biji Kopi dengan Kapal pengangkutnya, menukar Perusahaan Kertas dengan beratus juta lembar kertas berharga Rp. 10.000,- yang diproduksinya sendiri, jual-beli Tenaga Kerja meskipun personal yang diperdagangkan tak akan pernah bekerja. Just, Jual-Beli, namanya juga perdagangan, hanya urusan bisnis yang ada, (satu-satunya penting) mengeliminasi ruang untuk lainnya (ruang, kemasyarakatan, religius, moral, budaya, dll.).

Tidak ada yang tidak bisa dibeli, semua ada nilai uangnya. Disamping sebagai alat tukar, Uang bisa diperdagangkan, beli Uang dengan Uang adalah bisnis menggiurkan meskipun dengan resiko yang menegangkan setara dengan keasikan perselingkuhan yang mendebarkan.

Namun semuanya adalah omong kosong, jadi jangan dibaca. Namun apa boleh buat, kamu tentu telah membaca. Paling tidak menyaksikan tulisan, tata huruf, jika mungkin malah kamu telah meresapi paragraph diatas, yang ditulis tanpa pengertian pasti, karena jika bisa dan mudah ditebak, Ekonomi tidak menyisakan bagi siapapun untuk berdagang, tak boleh bagian siapapun, dijual (sengaja diperparah, biar dibaca).

Ekonomi skema sederhana, meredupkan nafsu Ber'Uang' makan. Bagaimanapun tulisan bukanlah tulisan jika tidak dibaca. Bukankah, bukan suara tanpa telinga. Jadi baca saja, jangan bertindak yang bukan-bukan, karena yang bukan-bukan itu bukan tindakan.

Tetap saja ini sekitar perkara yang bukan-bukan, bukankah realitas cuman marak dengan hal-hal yang bukan-bukan, hanya hal yang bukan-bukan itulah, harga dapat diatas nilai.

Bagaimana sehelai Dasi tanpa konsep fungsi yang jelas mengalahkan harga jas hujan, meski disaat musim yang sedang deras-derasnya. Sungguh Dia yang berspesialisasi dengan perkara yang bukan-bukan itulah aktor diskenario yang bukan-bukan.

Dunia 'bukan-bukan' untuk 'dia' mereka yang 'bukan-bukan'. Mereka yang telah bergabung menjadi Ndoro BEI.

Bukankah kamu masih membaca tulisan yang bukan-bukan ini. Jika tidak (meskipun ini tidak mungkin) kamu sedang mengabaikan sesuatu yang utama di lingkungan yang bukan-bukan.

Jika kamu bukan bagian dari yang bukan-bukan itu, kamu adalah makhluk kuno yang kurang layak untuk eksis di dunia yang hanya penuh dengan perkara yang bukan-bukan.

Jika tulisan ini hanya berkutat dengan perkara yang bukan-bukan, karena hal itulah satu-satunya perkara serius yang strategis.

Hanya Band SERIUS yang menyanyikan lagu bukan-bukan (Rocker juga Manusia, bukan yang lain), bukankah laku KERAS (istilah pengganti 'laris', tidak berarti laku dengan kekerasan).

Yang Bukan-bukan adalah penting. Yang bukan-bukan itulah sumber peluang. Selalu didalam hal yang bukan-bukan sesuatu yang strategis membuka kesempatan bagi kita. Jika ada kiat dasar dari kiat-kiat, tentu itu adalah sesuatu yang bukan–bukan saja.

Maka, jadilah seorang yang serius dengan perkara 'bukan-bukan' jika ingin beruntung mendapatkan keuntungan, dan berhasil memperoleh hasil. Selamat datang era BUKAN–BUKAN . Ucapkan Password untuk memasukinya (sesuatu yang kamu pikir kata yang bukan-bukan).

Tanyakan pada Ndoro B E I.

banner 300x250

Berita Terkait